F4tim3's Blog

Just the way I am…

Akal dan Perasaan..

 

Sang jiwa seringkali menjadi ajang pertempuran;

Di arena itu akal pertimbanganmu berperan seru,Melawan perasaan hati, dan selera nafsu.

Dapatkah hatiku menjadi pendamai di dalam jiwamu,Sehingga mampu merubah kericuhan persaingan unsur-unsurmu.Menjelma menjadi gubahan kesatuan dan keindahan lagu.

Namun apalah dayaku, pabila kau sendiri sepi,Dari hasrat menjadi pendamai diri,

Bahkan pencinta sejati unsur-unsur kesempurnaanmu pribadi?

Akal pertimbangan dan perasaan hati diibaratkan Kemudi dan layar jiwa mengarungi laut kehidupan.

Jikalau patah salah satu, layar atau kemudi itu,Kau masih mengambang, namun terombang-ambing gelombang.Atau terhenti lumpuh tanpa daya di tengah samudra.

Sebab akal pikiran yang sendiri mengemudi,Laksana tenaga yang menjebak diri;

Sedangkan perasaan yang tak terkendali,Bagai api membara yang menghanguskan diri.

Karena itu, ajaklah perasaan menjunjung tinggi Akalbudi,Meraih puncak-puncak getaran kebenaran sejati,

Keduanya mewujudkan sebuah simfoni.Dan turutilah jiwamu membimbinmg perasaan,Sehingga perasaan itu tetap hidup dengan setiap kebangkitannya,

Dan laksana burung phoniex membumbung tinggi,dari tengah abu kebinasaannya.

Sering pertimbangan maupun perasaan Sebagaimana kau memperhatikan dan menjamu dua orang tamu yang terkasih dan sedang berada dalam naungan rumahmu.

Kau tidak ‘kan memuliakan yang satu di atas yang lain;Sebab memperbedakan seorang, berarti bakal kehilangan kasih dan kepercayaan keduanya.

Di sela-sela bukit biru, sedang kau duduk santai di keteduhan,

Pohon populir putih perak, membagi kedamaian dan ketenangan

Dengan ladang kuning di kejauhan, dan rerumputan hijau luas mengalun,

Perturutkanlah hati mengucapkan kalimat sunyi:“Tuhan berdiam diri dalam Akal budi.”

Apabila taufan mendatang, dan badai perkasa mengguncang-guncang rimba belantara,

Petir dan halilintar pun sambar-menyambar berebut kuasa merobek angkasa,

Maka ikutilah hatimu mengucapkan kata-kata takjub:“Tuhan bertindak dengan Rasa.”

Dan karena kau adalah nafas ciptaan Tuhan,Sepucuk daun pepohonan rimba Tuhan,

Maka juga kau pun hendaklah:Berhenti berdiri dalam Akalbudi.

Bergerak dalam gelora Rasa.

source : Gibran

7 April 2010 - Posted by | Just thought

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: