F4tim3's Blog

Just the way I am…

Trapped in Comfort Zone?

Comfort Zone atau Zona Aman adalah perasaan tercukupi  dan nyaman dengan kebiasaan dalam suatu kondisi tertentu, hal ini menarik untuk aku bahas karena dari hasil perbincangan aku dengan beberapa teman, ternyata sebagian besar dari mereka sudah berada di zona ini, mungkin termasuk aku juga, merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada saat ini membuat aku merasa sudah masuk zona nyaman, terjebak ? bisa jadi …, melakukan hal rutin setiap hari dari berangkat bekerja setiap pagi, cari kesibukan setiap weekend sampai terima gaji setiap bulan nya, pulang kampung tiap awal bulan..hhmm…pola kehidupan yang monoton yah…. Jenuh ? suka juga siy… di satu sisi aku sangat beryukur atas semua yang sudah bisa aku peroleh dan nikmatin, tapi di sisi lain aku mulai merasa stagnan… stand still alias jalan di tempat, teu kamana-mana..^^

Tidak bermaksud mengadili ketika ada yang bertanya apakah ini buruk ato baik ? karena memang bicara tentang zona aman tidak bisa di batasi hanya dengan penilaian seperti itu , mengingat bahwa setiap orang punya pilhan, pandangan dan ukuran masing – masing tentang apa yang sebetulnya mereka ingin jalani dan ingin peroleh dalam hidup. Jika selama ini orang sudah merasa cukup nyaman akan sesuatu biasanya akan membuat orang jadi males untuk keluar dari comfort zone dan melakukan perubahan.

Mengutip tulisan teman di salah satu milist HRD yang aku ikuti, bahwa pernah ada survey yang dilakukan oleh Delloit&Touche pada tahun 1993 terhadap pekerja di beberapa perusahaan di Amerika menunjukan bahwa pada dasarnya orang-orang yang bekerja di perusahaan tidak menolak perubahan (changing), Yang mereka tolak adalah merubah diri sendiri (being changed), hampir 90% mereka mengemukakan alasan yang sama yaitu mereka sudah terbiasa dan nyaman di dalam lingkungan mereka.

Kadang menjadi dilematis ketika kita di hadapkan pada pilihan untuk stay atau move ? biasanya hal ini  di  bayangi oleh ketakutan akan kehilangan apa yang sudah kita miliki dan kekhawatiran akan sesuatu yang belum pasti di depan sana. Hal ini aku alamin ketika aku ada tawaran untuk pindah bekerja,  entah kenapa selalu muncul ragu dan banyak pertimbangan, maju – mundur , lama mikirnya… begitu terus sampe akhirnya dengan perasaan gak enak aku lewatin kesempatan itu, hhmmm…. Moga kalian gak begitu yah..hehe…manusiawi siy sebenarnya, terbukti  hal ini di setujui oleh pakar psikolog T.Aprilianto MPsi  salah satu narasumber di majalah Prevention, menurut beliau keengganan lepas dari ikatan zona aman adalah hal yang wajar.

Tetap berada di zona aman menjadi hal yang agak krusial ketika kita menginginkan sesuatu yang lebih, atau sesuatu yang berbeda karena kita harus realistis bahwa untuk itu di butuhkan gerakan perubahan, dan untuk berubah kita harus rela keluar dari zona itu, menurut Pak Aprilianto kunci nya adalah perlu ada nya pengembangan akan kesanggupan untuk  belajar  dalam artian kita mau sekaligus mampu melakukan nya. Hayoooo….. sanggup gak niiy ..? ^^

Berani keluar dari comfort zone dan mau melakukan perubahan rupanya merupakan salah satu resep orang-orang sukses. Bagaimanapun kondisi mereka, kekurangan mereka, kelemahan mereka, semua itu tidak  menjadi sebuah kendala. Lihatlah Julius Caesar, meski menderita  epilepsy, ia berhasil menjadi seorang jenderal dan kemudian menjadi kaisar. Lalu juga Napoleon, walau berasal dari keluarga sederhana, juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven bahkan menulis beberapa lagu terbaiknya justru sesudah telinganya tuli sama sekali. Atau Charles Dickens yang menjadi novelis Inggris terbesar meski kakinya pincang dan lahir dari keluarga yang sangat miskin. Atau Milton yang menggubah sajak-sajaknya yang paling indah bahkan sesudah ia menjadi buta, dan Helen Keller yang menjadi sangat terkenal dengan tulisan-tulisan nya yng dia buat dalam kondisi buta dan tuli, serta masih banyak lagi contoh yang gak bisa aku sebutin semuanya.

Akhirnya muncul pemikiran seperti ini di kepala aku: dengan gak di batesin oleh perihal pekerjaan aja coba kita awali dengan interopeksi dan identifikasi lagi apa yang sebenarnya kita inginkan untuk hidup beberapa waktu kedepan, ini akan menghasilkan pengetahuan tentang apa yang akan di rubah, dan mengapa harus berubah yang untuk selanjutnya bisa kita jadikan bahan baku untuk mendukung kemauan mengolah kemampuan diri untuk berubah..wuidiih..ngeriiy yah bahasanya ^^tapi beneran loh kalau kita mau praktekin teori sederhana ini, akan berasa deh manfaatnya, yang aku sendiri udah rasain dari pemikiran ini adalah sudut pandang aku dalam melihat sesuatu jadi lebih variatif, meninggalkan zona aman memang akan menimbulkan tekanan dari berbagai arah. Ada banyak pergolakan batin. Ada banyak keluhan atas berbagai kesulitan. Akan banyak gejolak emosi yang menghimpit tapi itu adalah bagian dari proses yang harus kita tempuh, tidak mudah memang.. tapi hidup akan tetap berjalan kaaan…..?

8 April 2010 - Posted by | Accordingly

2 Comments »

  1. itu kucing nya pny sapa ?? si NUNUN ka ?

    Comment by Anton Ferdinand | 9 April 2010 | Reply

    • Anton, itu kucing boleh pinjem dari om gugel.. lumayan buat ilustrasi..maksudnya siy represent kan apa yang aku tulis di bawahnya…nyambung kan? hehe..

      Comment by f4tim3 | 9 April 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: