F4tim3's Blog

Just the way I am…

Stop “Domestic” Violence.. !

Domestic violence atau kekerasan domestik secara umum sebagaimana tercantum dalam Wikipedia juga di kenal sebagai Domestic abuse or Intimate partner violence is abusive behaviors by one or both partners in an intimate relationship such as marriage, dating, family , friends or cohabitation, atau  di indonesia lebih di kenal dengan istilah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) adalah suatu perlakuan tindakan kekerasan baik secara fisik maupun psikis yang di lakukan oleh seseorang yang ada dalam suatu hubungan baik antara suami istri, orang tua dan anak, antar saudara, pacar ataupun pasangan yang tinggal serumah tanpa ikatan.

WHO (World Health Organization) dalam report pertamanya yang di buat pada tahun 2002  tentang Kekerasan dan kesehatan mengungkapkan bahwa sekitar 40 hingga 70 persen perempuan meninggal karena pembunuhan yang kebanyakan di lakukan oleh mantan atau pasangan nya sendiri..subhanallah….

Di Indonesia, berdasarkan data yang di miliki Komnas Perempuan yang sempat aku kutip, tingkat kekerasan domestik ini memiliki kecenderungan naik setiap tahun nya, terakhir per tahun 2008 saja kasus nya sudah mencapai angka 50.000 kasus, naik 100%  di banding tahun sebelum nya, hal ini menunjukan betapa kekerasan domestik sudah menjadi fenomena masyarakat yang harus di tangani lebih serius.

Tidak dapat di pungkiri bahwa dari sekian banyak kasus KD (kekerasan domestik) yang terjadi, perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban nya, mungkin karena ada nya persfektif bahwa mereka lemah maka lebih mudah bagi siapa saja untuk melakukan apapun yang dia kehendaki., walau tidak menutup kemungkinan laki-laki pun ada yang menjadi korban..namun selain  kemungkinan nya yang kecil dan andaikan ada pun jarang laki-laki yang mau mengangkat kasus ini ke permukaan untuk di selesaikan secara hukum.

Kekerasan domestik ini bisa dilakukan secara fisik : biasa nya berupa pukulan, tamparan, penyiksaan, paksaan untuk melakukan sesuatu dan kekerasan seksual, ataupun juga kekerasan yang di lakukan secara psikis bisa berupa pengucapan kata-kata kasar,hinaan, cemoohan, umpatan sampai pada pembatasan secara ekstrim akan kebebasan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial nya.

Fenomena ini sering terjadi biasa nya di sebabkan tidak seimbang nya kekuasaan dalam suatu hubungan, ada nya ego salah satu pihak yang merasa dirinya lebih berhak untuk berkuasa dan mendominasi dalam mengatur segala nya, dan ketika pasangan tidak menuruti atau menyetujui nya  maka kekerasan adalah hukuman nya, sangat di sayang kan bahwa sering kali di lingkungan masyarakat kita menganggap hukuman dengan kekerasan seperti itu merupakan bagian dari solusi, sehingga tidak sedikit yang pasrah, nerimo, dan bahkan sepakat menggunakan metode kekerasan sebagai jalan keluar nya, hal ini di buktikan dengan masih banyak nya korban memilih diam dan malah menutupi perlakuan yang dia alamin.

Besarnya pengaruh negatif baik secara fisik maupun psikis yang timbul dari akibat tindakan kekerasan ini patut membuat kita prihatin, tidak hanya luka fisik yang di derita oleh korban, tapi yang lebih parah adalah adanya luka psikis yang biasa nya akan di derita korban dalam jangka waktu lama, hal ini menjadikan kekerasan domestik sebagai salah satu sumber masalah sosial.

Ada baik nya sebelum hal ini menimpa kita ataupun keluarga, saudara dan teman, kalau saat ini kita sedang pedekate sama seseorang… coba kita perhatiin dan kenali gejala yang biasa nya muncul dari seorang penyiksa / abuser baik laki-laki ataupun perempuan yang menurut penulis buku “Suporting Domestic Abuse”, kurang lebih begini niy ciri-ciri nya :

– Kontrol  berlebihan; pengecekan yang ketat terhadap aktifitas sehari-hari ; hari ini kemana aja, ngapain aja, sama siapa dan itu di lakukan beberapa kali dalam sehari, sampai pada kontrol penggunaan keuangan yang ketat ; di pake untuk apa, kenapa beli ini, untuk apa beli itu..halaahh….  dan hal ini biasa nya akan semakin memuncak kontrol nya ketika  pihak “calon korban” lupa atau terlambat memberi “laporan”.

– Sangat Perfeksionis : selalu akan keluar kata-kata kasar ketika pasangan melakukan kesalahan walaupun hanya sedikit, bukan nya di beri pemahaman, di kasih tau atau di koreksi..eh malah.. di cemooh.. dianggap gak becus lah….

– Kuasa : percaya bahwa diri nya memiliki hak istimewa tanpa tanggung jawab, merasa bahwa keluarga harus berpusat pada kebutuhan nya, dan ia akan merasa sebagai korban bila keinginan nya tidak terpenuhi dan membenarkan kekerasan sebagai mekanisme bela diri..hadooohh…. repot deh kalau orang yang sok kuasa kayak gini…

– Egois ; selalu ingin menjadi pusat perhatian, hanya mau di dengarkan, tidak mau mendukung atau mendengarkan keinginan pihak lain, hanya kemaun nya aja deh yang harus di turutin…

– Superior : menghina wanita sebagai mahluk bodoh, tidak berharga, objek sex, atau hanya berguna untuk mengurus rumah tangga yang harus tnduk patuh pada semua perintah nya..

– Posesif : naah..kalau yang ini pernah aku bahas niy di artikel tentang posesif sebelum nya…. inti nya dia menganggap kalau kita adalah properti milik nya yang boleh dia perlakukan seenak perut nya aja… naudzubillah

– Ringan Tangan : dia akan menganggap kekerasan sebagai ekspresi cinta ..waahh..ini niy yang bikin stress luar dalam… buat aku orang yang yang mengekpresikan sayang atau cinta  dengan melakukan kekerasan gak ada bedanya sama orang gila… titik..!!!

– Manipulatif ; punya taktik yng membingungkan, mengaburkan atau membohongi orang lain, merasa sebagai mahluk baik yang menganggap pihak lain sebagai pihak yang salah..biasa nya dia akan selalu cari kambing hitam ketika melakukan kesalahan.

– Kontradiktif ; Mengatakan suatu hal namun melakukan kebalikan nya seperti mengkritik orang yag suka menyiksa namun dia ikut melakukan nya juga..nah yang ini juga sama ama orang yang berkepribadian ganda yaitu pribadi satu nya gak waras dan pribadi yang satu nya lagi sakit jiwa deh…tul gak ?

Ciri-ciri tersebut diatas biasa nya ada dan melekat pada orang yang memiliki kecenderungan senang melakukan kekerasan..jadi..kalo kata bang napi siy…Waspadalah…waspadalah…..🙂

Untuk yang udah terlanjur jadi korban….amit-amit jangan sampe yah… jangan kuatir dan jangan takut.. dengan telah di sah kan nya UU KDRT di Indonesia pada dasar nya merupakan wujud kalau negara kita sangat perduli pada korban kekerasan di wilayah “privat” ini, muncul nya bebagai macam institusi ikut andil dalam upaya penegakan hukum nya, seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, ataupun kepolisian setempat yang siap menerima pengaduan dari korban untuk mendapatkan perlindungan..so tunggu apalagi…cepat laporkan ke kepolisian setempat..jangan tunggu lama-lama..atau bahkan sampe luka nya kering… percaya deh… ketika kamu udah jadi korban..maka pemukulan atau kekerasan dalam bentuk apapun yang kamu terima itu gak hanya jadi masalah kamu aja..tapi juga masalah kita semua… so… jangan takut yah buat bikin pengaduan… biar kamu dapet perlindungan baik dari masyarakat sekitar maupun negara.

Dan buat siapa aja yang merasa diri punya gejala atau ciri-ciri seperti yang udah aku sebutin di atas… berobat yuuk.. dan  jangan malu untuk konsultasi ke ahli jiwa atau psikiater terdekat..mumpung belom terlambat… karena kalau nunggu sampe kamu lakukan tindak kekerasan.. gak cuma rumah tahanan yang bakal kamu singgahin..tapi rumah sakit jiwa juga bisa jadi tempat kamu menghabiskan waktu… Naudzubillah…..

20 August 2010 - Posted by | Accordingly, Just thought, Law Issues

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: