F4tim3's Blog

Just the way I am…

Mencintai = Menerima Ketidaksempurnaan

“Tak ada manusia yang sempurna”…  kalimat itu sering banget kita denger dan sangat mudah untuk di ucapkan…. tapi untuk penerapan nya…? hhmm… lets think about it … sudahkan kita semua sungguh-sungguh bisa menerima ketidaksempurnaan seseorang di sekitar kita…tanpa celaan atau kritikan  atau bahkan cemoohan ..?

Untuk orang dengan type pribadi perfectionist.. bisa menerima sesuatu yang tidak perfect menurutnya bisa jadi merupakan suatu “perjuangan” tersendiri… dan kebanyakan dari mereka yang tidak berhasil cenderung akan banyak mengkritik, ngomel2,  menghindar atau bahkan langsung beralih dan terus mencari kesempurnaan itu pada diri orang lain…hhmmmm…tahu kah mereka bahwa kesempurnaan seseorang itu ada di dalam ketidaksempurnaan diri…

Berbagai macam cerita aku dapet dari teman-teman yang udah menikah… yang kalau boleh aku tarik benang merah di antara semua cerita itu adalah… pada saat kita menikah kelak…akan sangat banyak ketidaksempurnaan yang akan terlihat dari pasangan….betapa banyak sisi lain dari pasangan yang akan kita temukan…. lama nya masa pacaran atau pedekate gak bisa lagi jadi jaminan atau tolak ukur kita benar-benar udah mengenal seseorang…. akan sangat menyenangkan dan mudah diterima  jika yang kita dapati dari pasangan adalah sesuatu yang baik..sebaliknya… apakah kita siap menerima jika yang kita temukan justru hal-hal yang kurang berkenan…ketidaksempurnaan karakter, sifat atau pembawaan dan kebiasaan keseharian yang selama pacaran tidak pernah terlihat… untuk menyikapinya sangat di perlukan pengertian dan sudut pandang yang lebih rasional… Neil Jacobson Phd, psikolog dari University of Washington, yang aku kutip dari Prevention Magazine, menyatakan bahwa perilaku saling menerima kekurangan antar pasangan tidak hanya akan meningkatkan keintiman dan meningkatkan kepuasan dalam berhubungan tetapi juga dapat menghindari kita dari terjadinya perselingkuhan, sebab dengan adanya sikap saling menerima maka keduabelah pihak tidak akan merasakan ada nya tekanan atau keterpaksaan satu sama lain; beberapa hal di bawah ini hanya sebagian contoh kecil yang pengen aku bahas;

– Kebiasaan tidur pasangan yang mendengkur/ ngorok, saat masa pacaran atau pedekate..pasangan gak pernah kasih tau kalau lagi tidur dia bisa sangat”berisik”… bagi yang terbiasa tidur dengan suasana sunyi, sepi..pasti akan terganggu.. terimalah bahwa pada dasarnya tidak ada orang yang mau tidur nya mendengkur… so..bicarakan baik-baik tentang ini ke pasangan dan cari solusi nya sama2…konsultasi medis bisa jadi laternatif nya..

– Sembrono ; entah mungkin udah bawaan dari orok..yang nama nya laki-laki ..jarang banget ada yang benar-benar perduli..bahwa rapih dengan menaruh sesuatu pada tempat nya itu prilaku yg baik, membantu mencuci piring atau membersihkan rumah akan membuat cinta istri semakin mendalam… well… apa mau dikata… memang udah dari sono nya begitu….sekali-kali boleh kok kita minta tolong  dan kadang laki-laki memang harus di kasih tau klo memang kita perlu bantuan dia…

– Tidak banyak bicara / terlalu banyak bicara ; perasaan dulu dia pendiam deh..kenapa sekarang jadi bawel gini yah….🙂 … atau sebalik nya…dulu nya suka banyak cerita kok sekarang jadi pendiam yaah…  biasa nya dalam segala hal memang perempuan cenderung lebih terbuka dan cerewet di banding laki-laki, tapi pada dasarnya..mereka punya ekspresif yang sama akan sesuatu..hanya cara nya aja yang beda…jika di rasa ada perubahan drastis tentang hal ini..dan di rasa menganggu keseharian dalam hubungan rumah tangga… sangat di sarankan untuk membahas nya langsung dengan pasangan.. tentu dengan cara yang baik..dan situasi yang baik pula…

– Terlalu sibuk ; mendapati pasangan yang gila kerja kadang bisa bikin bete juga… di sini peranan kita untuk tetap positif thinking di uji lagi… mungkin selama kita benar-benar tau apa yang di kerjakan suami dan bahwa hal itu demi memenuhi tuntutan kebutuhan rumah tangga yang semakin tinggi…kita harus lebih berlapang dada menerima nya dengan tetap sesekali perlu juga ingetin pasangan untuk membagi waktu untuk keluarga karena kadang sesuatu yang baik pun bisa jadi tidak baik jika di lakukan berlebihan…

Well…Sangat di sarankan pada siapa saja yang sedang menjalani proses pacaran ato pedekate untuk tampil apa ada nya… walau kadang ada pasangan yang menuntut diri kita untuk tampil seperti yang dia mau.. sesekali boleh lah… tapi kalo terus-terusan….pasti “capek” juga kan dan ujung2 nya toh  akan keliatan juga asli nya… so..apa ada nya aja deh… di sini peranan kata “mencintai” akan teruji.. kalau pasangan betul-betul mencintai kita… dia akan terima apa adanya kita tanpa menuntut hal yang berlebihan atau membuat kita harus tampil menjadi orang lain…dan lama nya masa pacaran memang betul-betul gak jadi jaminan…. ada yang udah pacaran 10 tahun begitu menikah baru 2-3 tahun sudah divorce.. dan ini benar kejadian ma salah satu temen aku.. tragis kan…  apalagi alesan divorce nya karena “tidak ada kecocokan lagi”..waduuuh….buat aku semua nya di kembalikan ke judul tulisan ini..bahwa..kalau kita benar-benar mencintai pasangan..kita harus menerima ketidaksempurnaan yang ada di diri pasangan…sedikit share dari aku… coba deh..kamu belajar mencintai  kekurangan seseorang… ketika udah berhasil… mencintai kelebihan nya bisa jadi “bonus” yang akan membuat dia jadi “sempurna”  buat kamu… percaya deh.. Tuhan ciptain kita berpasangan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain…. indah nya hidup andai kita semua ikhlas menerima  nya…  :)

13 September 2010 - Posted by | About Me, Accordingly, Just thought

4 Comments »

  1. Apa sih perbedaan antara mahluk yg disebut wanita dgn pria.. Jwbnya cuma satu logika..bgmna kita bisa memposisikan antara perasaan dengan logika menjadi sebuah sinergi yg akan membuat paradigma kita menjadi seorang berkarakter yang bijak.. Ketika kita menjadi bijak kita sudah telanjang dari sifat yg namanya Egois..

    Comment by teguh | 14 September 2010 | Reply

    • @ Mas Teguh: btoooll bangeeed tuh mas… sayang nya masih banyak orang yang terlalu meng agung2 kan ego yang tanpa dia sadar hal itu akan menyakiti dan merugikan diri nya sendiri… ^_^ … *lagibelajarbijak.com

      Comment by f4tim3 | 14 September 2010 | Reply

  2. Ya coba deh tien kamu cari buku belajar memahami hidup dgn minum kopi..itu filsafat budha.. Di situ kita malu dengan lebih dari kemaluan kita masing2 kalo kita masih belum bisa mengatur egois.. Jujur bg mas itu dah mas lewati 3 thn yg lalu.. Dan ternyata itu lebih indah dan nikmat dibandingan dgn senggama(maaf)..krn hidup dgn bijak kamu akan tau apa itu hakekat hidup..yuuukk mariii

    Comment by teguh | 14 September 2010 | Reply

    • @ Mas Teguh: ..oowww….mantaaabhs tuh mas… tengkyuu bangeed untuk nice advise nyaa…

      Comment by f4tim3 | 14 September 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: