F4tim3's Blog

Just the way I am…

Coaching

Suatu hari aku pernah mendapat undangan untuk interview di salah satu perusahaan logistic asing di jakarta, ketika proses interview berlangsung, ada hal yang menarik perhatian aku, yaitu manager HRD yang menginterview aku saat itu mengatakan bahwa jika semua nya udah deal, keberadaan aku nanti di perusahaan itu adalah untuk menggantikan posisi dia, yang dalam 2-3 minggu lagi akan resign, menariknya, dia sempat sampaikan juga bahwa turn over karyawan di perusahaan itu cukup tinggi, yaitu hampir 10%  dalam setiap bulan nya, dengan jumlah karyawan sekitar 400 orang, bisa keitung kan berapa 10% nya? lumayan bikin aku merinding dan berfikir, ada apa dengan sistem manajemen di perusahaan ini sehingga angka turn over bisa begitu tinggi nya?

Dalam beberapa survey yang aku pernah baca di media-media  menyebutkan bahwa tinggi nya turn over karyawan yang terjadi di suatu perusahaan 70% adalah karena “faktor atasan”, sisa nya bisa karena ketidak puasan karyawan akan gaji dan fasilitas, karyawan habis kontrak, efisiensi, pensiun, dll,dll… 70% adalah angka yang sangat fantastis, karena berarti kebanyakan karyawan gak bisa tahan bekerja dalam jangka waktu lama di suatu perusahaan karena faktor ketidak cocokan dengan atasan? percaya gak percaya, tapi memang ternyata begitulah bunyinya..hehe…sangat di sayang kan, karena ideal nya, seorang atasan di beri kepercayaan oleh perusahaan untuk membawahi satu atau beberapa orang staff karena atasan tersebut tidak hanya di anggap bisa memimpin, memberikan contoh yang baik kepada bawahan nya tetapi juga karena di anggap mampu untuk memberikan bimbingan, arahan kepada bawahan agar memiliki kinerja baik yang sangat bermanfaat bagi perusahaan.

Ok, let say, kunci nya di sini adalah bimbingan atau yang lebih di kenal dengan istilah Coaching,bicara tentang Coaching pemikiran aku langsung merujuk pada suatu bimbingan dengan pendekatan personal yang dilakukan oleh seorang atasan terhadap bawahan nya secara person to person, biasa nya coaching di lakukan sebagai tindak lanjut dari performance appraisal atau bisa juga di lakukan ketika bawahan memiliki masalah serius dalam menjalankan pekerjaan nya, karena salah satu manfaat coaching adalah untuk mengoptimal kan potensi  setiap karyawan yang selama ini belum di gunakan sepenuh nya.

Agar proses coaching ini berjalan dengan baik seorang atasan harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang positif, dia tidak hanya harus mengetahui secara jelas tujuan nya tetapi juga harus mengerti manfaat serta cara coaching sehingga dia sendiri memiliki motivasi dan mengalokasikan waktu nya untuk mengembangkan bawahan serta memberikan feedback.

Sebelum melakukan coaching seorang pemimpin harus mengetahui dahulu target kinerja yang ingin di capai dan kemudian mengidentifikasi sumber-sumber masalah yang ada dan di lanjutkan dengan mempersiapkan solusi dengan semua alternatif nya, suka tidak suka kita sering mendapatkan rumor bahwa perilaku kerja seorang bawahan akan di hubungkan dengan sistem kinerja atasan nya, karena banyak yang percaya kalau kinerja bawahan sering kali mencerminkan perilaku kinerja atasan nya, walau kadang ada juga anak buah yang punya kinerja bagus tapi punya atasan “kurang bagus” , ataupun sebalik nya… hhmm… kalau udah begitu, tinggal tunggu waktu aja tuh salah satunya pasti akan “loncat” ke tempat lain..hehe….

Untuk mengatasi kegagalan seorang atasan dalam memperbaiki kinerja bawahan nya, coaching bisa di awali dengan memberikan masukan yang bersifat netral, yaitu dengan menjelaskan standar kinerja kepada bawahan dan minta komitmen mereka untuk mau memperbaiki nya, dan lakukan pemeriksaan secara berkala terhadap proses peningkatan kinerja tersebut dengan tetap memberikan dukungan, jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada peningkatan, ajaklah bawahan untuk mengkomunikasikan tentang buruk nya kinerja mereka dengan menjadikan standart tadi sebagai pembanding nya, mintalah mereka untuk merubah nya dan berikanlah bantuan secara spesifik, jika masih belum ada perubahan baik, berikan arahan untuk menganalisa penyebab kegagalan mereka dan lakukan coaching discussion, tunjukan rasa empati dan kepercayaan bahwa mereka bisa melakukan perbaikan kinerja, berikan dukungan mental dan beberapa alternatif solusi yang di sepakati baik oleh atasan maupun bawahan sebagai komitmen dalam peningkatan kinerja selanjutnya.

Yang terpenting dalam keberhasilan melakukan coaching adalah dengan mengembangkan tanggungjawab pribadi dari bawahan untuk dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang di hadapinya, dalam hal ini, dukungan dan penghargaan atasan akan selalu di perlukan, ekspresikan dengan kata-kata dan bahasa tubuh yang positif sehingga bawahan tidak salah mengartikan apa yang coba di sampaikan oleh atasan nya, dan tanamkan keyakinan bahwa tidak ada permasalahan yang tidak ada solusi nya dan tidak ada pekerjaan yang tidak dapat di selesaikan jika kita semua bersungguh-sungguh dengan apa yang kita jalani..

Moga bermanfaat yaaah…happy coaching deeeh….🙂

21 October 2010 - Posted by | Accordingly, Work Field

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: