F4tim3's Blog

Just the way I am…

Dealing with difficult people

Ini cerita tentang orang -orang yang sering kita temuin dalam keseharian, tentang orang dengan masing-masing karakter yang kadang bikin kita ngurut dada, bikin bete.. atau sekedar menarik nafas panjang…hmmmmm…..

Cerita berikut di bawah ini aku kutip dari buku nya I Gede Prama… the inspired man that I really respect so much…. here is the story :

Seringkali kita dengar orang mengeluh ketika berurusan dengan manusia yang menurut mereka “sulit”.. sulit di ajak diskusi, sulit di ajak bicara, keras kepala, mau menang sendiri, suka menghina, tidak mau kerjasama.. dan hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, teman yang datang mengeluh ke saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana lah yang menurut mereka  sebagian nya adalah manusia sulit. Namun, begitu saya coba berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit, diantaranya ; keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian ketika saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain.

Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka
orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit.

Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam
keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda
masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.

Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia- manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan ;

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.
Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka
menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak  mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak.

Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah.
Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya
dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi
orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti
karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan
longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala,
mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu
berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi
lebih longgar ( sabar ).

Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal.

Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya,
pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan
gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik.

Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita
berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit
sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk
orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha.
Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina
tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil
membantu orang yang tadinya menghina kita.

hhhmmm….. membaca tulisan di atas… aku jadi ngerasa bersalah terhadap beberapa orang yang selama ini udah aku kasih cap “orang sulit”..  perilaku dan ucapan nya yang senang memancing emosi harus nya aku jadikan pembelajaran diri untuk jadi manusia yang lebih sabar lagi… mereka mengingatkan aku untuk tidak berperilaku ngeselin.. karena di bikin kesel emang gak enak..mereka juga ingetin aku untuk lebih berhati-hati dalam berucap… karena ucapan yang sudah terlanjur menyakitkan yang biasa mereka lontarkan  tidak dapat di tarik dan akan membekas di hati sampai kapan pun… jadi..harus nya aku berterimakasihbanyak yah sama mereka…. karena udah jadi guru aku… memberi contoh agar aku tidak jadi “manusia sulit” seperti mereka.. semoga yah… amiin… 😉

well guys, selamat berguru …. Life is how we make it anyway… and It’s true… 😉

3 November 2010 - Posted by | Accordingly, Work Field

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: