F4tim3's Blog

Just the way I am…

Gunung Papandayan – an amazing trip

Kesibukan bekerja di akhir tahun 2010 hingga awal tahun 2011 membuat hampir semua rencana jalan-jalan buyar berantakan… bete juga siy lama gak nge-trip.. so..begitu ada tawaran jalan dari salah satu teman kantor (lama) , gak pake pikir panjang aku langsung “Oke – in “.

Setelah memalui rencana matang beberapa minggu sebelum nya, akhir nya hari jum’at 04 maret 2011 jadi pilihan kami untuk berangkat, team kami dengan sebutan Team Ekspedisi Ceria terdiri dari 20 orang dengan berbagai macam latar belakang dan dari berbagai daerah, seru lah pasti nya bertemu dengan banyak teman baru.

Gunung Papandayan, terletak di Garut dengan ketinggian kurang lebih 2600 m adalah tujuan trip kami kali ini, berangkat dari terminal Lebak bulus Jakarta sekitar jam 9.30 malam, naik bis Primajasa, kami pun tiba di terminal Garut sekitar jam 2.30 dinihari nya.  perjalanan kami lanjutkan dengan angkot yang kami carter, kurang lebih jam 3 an kami sudah sampai di Cisurupan.. gerbang awal menuju Gunung Papandayan, gak perduli lecek nya tampang kami saat itu, untuk urusan poto..teteub lah….penting🙂

Kami lanjutkan perjalanan berikut nya dengan mobil bak carteran… hawa dingin yang mulai terasa menusuk menambah seru nya perjalanan, di warnai dengan rusak nya jalan dengan lobang-lobang yang lumayan banyak dan dalam, bikin kami semua goyang bareng di atas bak ..hehe..seru juga … kondisi jalanan yang lumayan parah membuat mobil bak yang kami naikin berjalan lambat… yup.. dengan konsep “biar lambat asal selamat” akhirnya kami pun tiba di pelataran parkiran Gunung papandayan…

Kami sempatkan lagi berpose di sini sebelum wajah kami “berubah” karena pendakian..

Rute treking awal kami rasa lumayan melelahkan, karena aku dan beberapa teman masih newbie jadi banyak berenti nya deh…sekalian “pose” juga siy..🙂

Tempat yang pertama kami lewatin adalah kawah puncak pertama, seperti kawah gunung kebanyakan, kawah puncak pertama ini masih kental dengan aroma belerang nya, bahkan di beberapa sudut masih di temukan belerang berwarna kuning terang dengan kepulan asap nya yang lumayan bikin sesak nafas, di beberapa sudut lain nya di temukan genangan-genangan kecil air panas yang masih bergolak, sayang gak ada yang inget bawa telor mentah buat buktiin tuh air beneran panas ato hanya keliatan panas..hehe..

 Perjalanan kami lanjutkan… terasa medan nya makin sulit… tanjakan  yg mulai terjal di iringi was-was nya rasa karena mendung mulai menebal, sesekali kami berhenti untuk sekedar ngumpulin nafas sambil foto-foto..

Kurang lebih setengah jam perjalanan berikut nya, kami di pertemukan degan pemandangan yang  menurut aku spektakuler..kalau tidak salah tempat ini biasa di sebut padang havana.. (cmiiw) kata nya siy dataran ini bisa sampe kayak gini tuh sisa dari letusan terakhir gunung papandayan..tampak seperti salju yah…

pemandangan yang sangat sayang di lewatkan tanpa pose…

bau belerang di dataran ini masih kenceng banget, so kita gak bisa berlama-lama istirahat… perjalanan pun kami lanjutkan.. gerimis mulai turun ketika kami sampai di Tegal alun.. hamparan Edelweis terindah yang pernah aku lihat langsung….sayang..karena hujan kami gak bisa berlama-lama di sini..

Perjalanan terus kami lanjutkan… di tengah hujan rintik di tambah angin pegunungan yag sesekali kencang menerpa… ..hawa dingin pun mulai terasa menembus kulit..jaket, jas ujan semua lewaaaatt… setelah melalui sungai kecil yang airnya bening luar biasa… kami pun istirahat untuk mulai transfer isi  ransel yang berbentuk makanan ke dalam perut masing2… instruksi yang di terima saat tu adalah…. beberapa kilometer kedepan medan akan makin sulit… dan mengosongkan isi ransel bisa jadi hal yang akan sangat membantu ringankan beban tubuh….

Sesi berikut nya bisa di katakan sebagai sesi terberat..dimana perjalanan pulang di arah kan memutar oleh bapak guide..deras nya hujan dan kencang nya angin…makin terasa di ketinggian 2665 M di atas permukaan laut… perjuangan betul untuk newbie seperti aku agar bisa sampai di tepat tujuan dengan selamat, licin nya jalan setapak yang kami lalui dan curam nya turunan yang harus  kami lewati untuk memotong perjalan pulang membuat aku sibuk menjaga keseimbangan…sampe gak sempet lagi jeprat-jepret..nyesel juga siy..apalagi setelah itu kami lihat curam nya jalan yang udah di lalui…. mudah-mudahan gak ada yang nyeletuk “no pic = hoax yah”..hehe

Hari semakin gelap ketika kami berhasil sampai di kaki gunung, dan kami masih terperangkap mencari jalan kembali ke parkiran.. bahkan bapak guide pun sempat bingung..beberapa kali kami salah jalan..sampai ada insiden salah satu anggota ambruk pingsan karena kecapean…. entah berbagai macam fikiran gak enak mulai membayangi membuat nyali semakin ciut… alhamdulillah…guide lain yang udah sampai duluan kembali untuk menjemput kami… dengan pegangan tangan satu sama lain dalam gelap..kami pun sampai di pelataran parkir…. lapar..capek….yang kami rasa saat itu membuat kami makin ingin cepat cari tempat penginapan… untuk mandi dan istirahat.

…… To Be Continue to the next chapter..

9 March 2012 - Posted by | About Me, Enroute

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: